Jokowi Minta Tak Disambut Seperti Pejabat, Netizen Langsung Bikin Guyonan


Sorotan:

  • Relawan usulkan penyambutan sederhana — Jokowi setuju
  • Kunjungan perdana ke 3 provinsi dijadwalkan 26–28 Juni 2026
  • Netizen respons dengan humor — timeline penuh guyonan segar

Solo — Presiden ke-7 RI Joko Widodo menyambut baik usulan agar dirinya tidak disambut seperti pejabat saat keliling daerah. Hal itu disampaikan relawan usai bertemu Jokowi di kediamannya, Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, Rabu (3/6/2026). Netizen pun langsung bereaksi — bukan dengan debat panas, melainkan dengan serentetan guyonan yang mengundang tawa.

🔖 Simpan artikel ini untuk perkembangan terbaru seputar agenda Jokowi keliling daerah.

Konteks: Dari Mana Muncul Permintaan Ini?

Usulan datang dari relawan yang ingin Jokowi tetap mudah berinteraksi dengan masyarakat.

Ratusan relawan dari berbagai kelompok mendatangi kediaman Jokowi di Solo, Rabu (3/6/2026). Mereka bergantian masuk, mengenakan kemeja putih, mengantri panjang sebelum bisa bertemu mantan Wali Kota Solo itu.

Salah satu yang hadir adalah mantan anggota DPR Fraksi NasDem, Zulfan Lindan, bersama Ketua Umum YouTuber Nusantara, Agri Fanani. Dalam pertemuan itu, mereka membahas rencana Jokowi keliling daerah mulai akhir Juni 2026.

“Dan bapak jangan disambut seperti pejabat. Sambutlah beliau sebagai rakyat juga, jadi biar membaur. Kalau nanti seperti pejabat kan, repot kan. Rakyat mau salaman enggak bisa, minta foto enggak bisa.” — Zulfan Lindan, mantan anggota DPR Fraksi NasDem (Tempo.co, 3 Juni 2026)

Usulan itu, kata Zulfan, langsung disambut positif oleh Jokowi. Artinya: tidak ada karpet merah, tidak ada barisan penyambut berseragam resmi, tidak ada protokol ala kenegaraan.

Jokowi sendiri sudah menyatakan kondisinya prima. Ia menegaskan siap menyisir 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, bahkan hingga tingkat kecamatan — menurut pernyataannya kepada media pada 24 Mei 2026 (Kompas.com).

Reaksi Netizen: Langsung Gas Guyonan

Media sosial bergerak cepat mengubah peristiwa publik menjadi bahan candaan kolektif.

Begitu berita ini beredar, kolom komentar dan Twitter/X langsung dipenuhi humor. Netizen Indonesia memang terkenal tidak akan melewatkan momen seperti ini.

Beberapa guyonan yang beredar punya pola serupa: membayangkan situasi absurd ketika Jokowi datang “sebagai rakyat biasa” tapi tetap dikenali semua orang. Ada yang menulis, “Pak Jokowi dateng pake sarung, eh malah langsung ada yang minta selfie 47 orang.” Ada juga meme bergambar Jokowi blusukan dengan caption “Mode: Rakyat Jelata Diaktifkan.”

Humor ini bukan muncul dari kekosongan. Jokowi sejak dulu memang dikenal dengan gaya blusukan — turun langsung ke pasar, kampung, bahkan daerah terpencil. Gaya itulah yang membuat netizen langsung membayangkan: apakah “tidak disambut seperti pejabat” benar-benar bisa terwujud ketika sosoknya sudah sekelas itu?

Ironisnya, momen guyonan netizen ini mengingatkan pada dinamika viral lain di Indonesia — di mana sebuah kejadian publik, sekecil apapun, langsung berubah jadi bahan komedi. Persis seperti saat kelakuan bocil yang bikin pemilik usaha meradang juga sempat jadi trending dan memancing debat lucu-lucuan di kolom komentar.

Apa Maksud “Tidak Disambut Seperti Pejabat”?

Gaya blusukan menjadi salah satu ciri yang melekat pada sosok Jokowi.

Ini bukan sekadar soal protokol. Ada makna lebih dalam di balik permintaan sederhana ini.

Ketua Umum Relawan Jokowi untuk Prabowo Gibran (ReJO), Damrizal, menjelaskan bahwa kunjungan ini adalah bentuk silaturahmi kerakyatan — bukan agenda formal kenegaraan.

“Nah beliau ingin membalas kunjungan itu sebagai silaturahmi kerakyatan. Ya kan Pak Jokowi tidak lagi pejabat.” — Damrizal, Ketua Umum ReJO (Tempo.co, 3 Juni 2026)

Organisasi relawan Projo pun sudah menyatakan kesiapannya mengawal agenda ini. Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi, menegaskan kunjungan keliling daerah bukan kegiatan politik lima tahunan, melainkan upaya Jokowi untuk tetap mendengar langsung aspirasi masyarakat — menurut pernyataan Budi kepada Kompas.com, 30 Mei 2026.

Tidak Semua Setuju: PDIP Minta Ini Dulu

Di tengah sambutan antusias para relawan, Ketua DPP PDI-P Djarot Saiful Hidayat justru menyinggung soal lain.

Menurutnya, keliling daerah seharusnya juga dimanfaatkan Jokowi untuk menunjukkan ijazahnya kepada publik — polemik yang sampai kini belum tuntas. Meski begitu, Djarot menegaskan PDI-P tidak mempersoalkan langkah Jokowi memenuhi undangan daerah.

“Jadi silakan saja beliau keliling ke mana pun, bebas ya,” kata Djarot usai acara Bimtek DPRD PDI-P se-Indonesia, Sabtu (30/5/2026), dikutip Kompas.com.

Sementara Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menilai turun ke bawah seharusnya bukan soal elektoral, tapi pertanggungjawaban atas kebijakan-kebijakan masa lalu — pernyataan disampaikan pada 1 Juni 2026 kepada Kompas.com.

Apa Selanjutnya?

Jadwal kunjungan pertama Jokowi disebut berlangsung 26–28 Juni 2026, menurut koordinator relawan Achmad Ridho Julian kepada Merdeka.com (3 Juni 2026). Tiga provinsi akan dikunjungi di tahap awal — Lampung, NTT, dan Jawa Barat disebut-sebut masuk daftar.

Apakah penyambutan benar-benar akan sesederhana yang diharapkan? Atau justru massa spontan akan memadati setiap lokasi?

Netizen sudah menyiapkan popcornnya. Dan seperti biasa — guyonan berikutnya tinggal menunggu momen.


Sumber: Tempo.co (3 Juni 2026), Merdeka.com (3 Juni 2026), Kompas.com (30 Mei & 1 Juni 2026)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *