Ringkasan Cepat:
Jakarta, 28 Agustus 2026 — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago memastikan video demonstrasi ricuh yang viral di media sosial menjelang HUT ke-81 RI merupakan hoaks dan rekaman lama, bukan gambaran situasi terkini di Indonesia.
Mengapa Ini Penting?

Video berisi kerumunan massa dan narasi kerusuhan itu beredar luas menjelang momen peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus, tanpa keterangan waktu, lokasi, maupun sumber yang jelas. Djamari menyampaikan klarifikasi ini dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, usai memimpin rapat tertutup bertajuk “Sinergi Menjaga Stabilitas Politik dan Keamanan Nasional”. Rapat tersebut turut dihadiri Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Kepala BIN Muhammad Herindra, seperti dilaporkan detikNews.
“Video itu saya nyatakan tidak benar.”
— Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Rabu, 5 Agustus 2026
Ia menegaskan tidak ada kejadian seperti yang digambarkan dalam video tersebut di wilayah Indonesia saat ini, dan menduga rekaman itu berasal dari kejadian masa lalu yang disebarkan ulang dengan narasi baru yang menyesatkan.
Reaksi dan Dampak

Djamari menyoroti bahwa aktivitas publik, termasuk kegiatan ekonomi di pusat-pusat perbelanjaan, berjalan normal tanpa gangguan — indikator yang menurutnya menunjukkan stabilitas sosial masih terjaga.
“Situasi di dalam negeri sangat-sangat mantap.”
— Djamari Chaniago, Menko Polkam, Rabu, 5 Agustus 2026
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut menegaskan bahwa Polri akan menindak siapa pun yang menyebarkan informasi palsu terkait ajakan demonstrasi, sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Peristiwa serupa juga pernah terjadi pada isu lain di ruang publik, seperti diulas mahasiswa yang memberi ultimatum kepada Wakil Presiden Gibran — menunjukkan bagaimana isu politik dan aksi massa kerap memicu gelombang informasi yang simpang siur di media sosial.
Djamari juga menanggapi polemik terpisah soal fenomena pemagaran tinggi di sejumlah mal, yang sempat dikaitkan publik dengan antisipasi keamanan menjelang demonstrasi. Ia memastikan pemagaran itu bukan untuk kepentingan pengamanan dari ancaman demo, melainkan pelanggaran izin yang sudah ditertibkan pemerintah daerah setempat.
Kronologi Peristiwa

| Waktu | Kejadian | Sumber |
|---|---|---|
| Rabu, 5 Agustus 2026 | Djamari memimpin rapat tertutup “Sinergi Menjaga Stabilitas Politik dan Keamanan Nasional” bersama Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN | detikNews |
| Rabu, 5 Agustus 2026 | Djamari gelar konferensi pers, nyatakan video demo viral adalah hoaks dan rekaman lama | CNBC Indonesia, CNN Indonesia |
| Jumat, 7 Agustus 2026 | Djamari kembali menegaskan situasi keamanan nasional tetap dalam kendali pemerintah | Sindonews |
Apa Selanjutnya?

Pemerintah, melalui koordinasi TNI, Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN), disebut terus memantau perkembangan situasi keamanan di seluruh wilayah Indonesia. Djamari memastikan penindakan hukum akan menyasar pihak-pihak yang sengaja menyebarkan video lama dengan narasi seolah-olah kerusuhan tengah terjadi. Di sisi lain, ia menegaskan pemerintah tidak melarang aksi unjuk rasa yang dilakukan secara tertib — yang dilarang hanyalah tindakan anarkis. Warganet diimbau lebih selektif memverifikasi sumber sebelum menyebarkan konten terkait isu ini, terutama menjelang peringatan HUT ke-81 RI. Pola penyebaran video lama dengan narasi provokatif semacam ini juga pernah terlihat pada insiden viral pria mengamuk di sebuah kafe di Bogor, di mana konteks asli video sempat disalahartikan sebelum klarifikasi resmi muncul.
🔖 Baca Juga
Isu hoaks dan disinformasi soal situasi keamanan nasional bukan kali pertama meresahkan publik. Sorotan serupa terhadap rekaman CCTV yang diduga memuat aksi asusila juga sempat viral pekan lalu sebelum klarifikasi pihak berwenang. Sementara itu, kekhawatiran publik terhadap arah situasi sosial-politik nasional turut tercermin dalam analisis masa depan Indonesia yang dinilai sejumlah pihak masih suram, yang menunjukkan betapa sensitifnya isu stabilitas nasional di tengah masyarakat saat ini.